The Untitled

Advertisements

Jika suatu saat nanti kamu berada di tempat yang asing.
Luangkan 20 menit waktumu.
Berjalanlah, telusuri tapak-tapak jalan yang belum pernah kau lalui.
Rasakan desiran angin yang pelan menerpa wajahmu.
Dengarkan dengan baik derap langkah, atau dedaunan kering yang kau injak.

Rasakan kesendirian itu.
Mungkin beberapa saat akan terasa sakit.
Dari situ kau akan tahu. Tidak perlu ada sayatan sembilu untuk merasakan luka.

Jangan abaikan sepi itu.
Luka itu tak perlu kau tangisi.

Karena dari luka itu, kau akan paham, dimana tempatmu,diantara mereka. Teman-temanmu, keluarga…
… dan bagaimana kamu berarti, bagi dirimu sendiri.

Jadi, buatlah sepi ini kesempatan untuk merangkul pundakmu sendiri.
Tanpa perlu berhenti memeluk mereka yang kau sayangi.

Buatlah sepi ini momen untuk mendengarkan dirimu sendiri bercerita.
Menuturkan mimpi-mimpi kecil yang mungkin sudah kau lupakan.
Tanpa perlu khawatir ada yang membuatmu ragu.

Pemikiran orang lain sudah terlalu banyak mengaburkan pandanganmu.
Hanya saat sendiri, kau akan tahu, bagaimana cara untuk melihat dunia.
Kebahagiaan hidupmu nanti akan bergantung pada bagaimana persepsimu akan realita sekelilingmu.

Pasti kau lelah menyembunyikan perasaanmu, demi menjaga perasaan orang lain.
Aku tahu kau selalu menyalahkan diri sendiri, saat kau tahu ada yang kecewa bahkan terluka dengan sikapmu.

Sudahlah..
Berhenti merasa bersalah. Jangan memaksakan diri untuk menyenangkan hati semua orang.
Jangan menghukum dirimu sendiri. Mereka memang terluka, tapi luka itu akan sembuh.
Jika kau melukai dirimu sendiri, maka kau akan terus terluka, tanpa pernah bisa sembuh.
Jika kau menyalahkan diri sendiri, selamanya kau akan berdarah.

Diri kita sendiri adalah musuh terbesar.
Tapi seorang musuh terjahatpun akan menjadi teman sejati, selama kamu mau mengerti dan memahami.

Jadi sekarang lepaskan beban itu.
Biarkan saja dia sekarang dibawa daun-daun, diterbangkan angin, atau hanyut bersama derap hujan.

~ Fin ~

(Visited 2 times, 1 visits today)