Tentang Hidup yang Singkat – Seneca

Seneca adalah salah satu filsuf Yunani kuno. Buku beliau yang sudah berusia 2000 tahun, Tentang Hidup yang Singkat, disajikan rangkumannya dalam artikel stoisisme (filosofi teras) kali ini.

Patung Seneca the Youngest

Buku Tentang Hidup yang Singkat ini adalah kumpulan surat-surat sang filsuf pada emperor Yunani kuno, Paulinus. Inti dari surat yang ia tulis adalah bagaimana cara membuat hidup singkat ini lebih bermakna, dan bagaimana nafsu dunia membuat hidup jadi terasa singkat dan membuat segala sengsara.

Advertisements

Buku Seneca Tentang Hidup yang SingkatBuku ini terbagi dalam tiga buah surat : Tentang hidup yang singkat, Penghiburan kepada Helvia, dan Perihal Kedamaian Pikiran.

Sorotannya akan dituliskan pada section di bawah ini:

Rangkuman Isi Buku Tentang Hidup yang Singkat Karya Seneca

Bab I Tentang Hidup yang Singkat

Kehidupan adalah siklus yang terbatas. Terkadang ia berakhir tanpa kita sadari, pada saat seseorang berada pada titik nadir atau zenit mereka. Membuat hidup terasa lama dalam keadaan bahagia adalah sebuah seni, dan seni itu abadi.

Advertisements

Nafsu yang berlebihan akan membuat manusia serakah, delusional, dan tidak manusiawi. Hal tersebut yang membuat waktu jadi berlalu cepat dan terbuang sia-sia tanpa sempat dinikmati.

Bahkan seorang raja-pun akan merasa gelisah, meski prestasinya membanggakan dan rakyatnya makmur. Kegelisahan ini timbul karena kita berusaha mengontrol segala hal. Padahal, dalam kehidupan ini, tidak semua hal bisa dimiliki.

Inti sari utama dari Bab I buku Seneca ini adalah:

Nilai kehidupan seseorang bukan diukur berdasarkan berapa lama ia hidup. Tapi dengan bagaimana ia mengisinya dengan kegiatan bermanfaat dan berpikir dengan bijak.

Bab II Penghiburan kepada Helvia

Penghiburan pada Helvia adalah surat pada Ibu Seneca sendiri. Isinya sendiri berupa bagaimana cara berdamai dengan rasa kehilangan.

Kehilangan, sebagaimana luka fisik, membutuhkan waktu untuk sembuh total. Menegasi perihnya dengan kalimat ‘kamu akan baik-baik saja’ akan memperparah duka.

Iya, duka dan luka psikis itu seperti proses menempa baja. Baja yang kuat lemah terhadap panasnya api. Tapi seiring berjalannya waktu, tempaan dan panas akan membuatnya kuat. Menyiramkan api terburu-buru akan melemahkannya.

Iya, duka dan luka psikis itu seperti menempa baja. Baja yang kuat lemah terhadap panasnya api. Menyiramkan api dengan cara terburu-buru akan melemahkannya.

Buku Tentang Hidup yang Singkat

Bab III Perihal Kedamaian Pikiran

Perihal Kedamaian Pikiran adalah Bab ketiga dari buku ini. Isinya adalah kumpulan surat Seneca pada temannya, Annaeus Serenus. Annaeus Serenus adalah penjaga pribadi emperor saat itu.

Intisari dari kumpulan surat ini adalah tentang bagaimana caranya hidup dengan bahagia dan tenang. Ternyata, Seneca berpendapat bahwa ketenangan dan kebahagiaan hidup bersumber dari dalam pikiran kita sendiri. Kitalah yang bertanggung jawab menjaga hati dan membuatnya tidak menderita.

Bagaimana caranya agar pikiran kita damai?

Ternyata tidak jauh-jauh dari intisari bab pertama buku ini: hindari gejolak pikiran yang diakibatkan menuntut segalanya harus berjalan sesuai keinginan kita.

Kita adalah pemilik diri kita sendiri, orang lain bertanggung jawab terhadap diri dan pikiran mereka. Maka tidak sehat, jika kita selalu menuntut diri ini agar selalu menggantungkan kebahagiaan kita pada orang lain, demikian sebaliknya. Kita tidak bisa selalu menjadi gantungan bagi kebahagian orang lain.

Mengendalikan pikiran agar selalu damai dan tenang adalah perjalanan seumur hidup: Tiap harinya diisi dengan belajar dan mengasah kemampuan diri. Kemampuan yang ditempa adalah mendahulukan pikiran dibandingkan kebinatangan kita saat marah atau takut, atau kerakusan kita saat diberi kemenangan.

Mengendalikan diri adalah seni menetralkan pikiran kita, mendahulukan logika dibandingkan emosi.

Dari pelajaran ini akhirnya kita akan sampai pada satu kesadaran, bahwa kebahagiaan dan ketenangan hidup, bersumber dari kejernihan akal kita saat menghadapi sebuah situasi. Seberat apapun, semenggiurkan apapun.

Rangkuman

Rangkumannya baca buku Filosofi Teras aja deh. Atau tonton video The Philosophy of Lyfe berikut:

Advertisements

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.