Semoga

Advertisements

Suatu saat nanti kita akan duduk semeja, kembali. Mungkin untuk melepas rindu setelah lama tak berjumpa.

Kamu mengaduk perlahan latte-mu, membuat latte art dedaunan berubah jadi mirip permukaan Jupiter. Sedangkan aku, menggoyang perlahan erlenmeyer berisi kopi manual brew single origin yang biasa kupesan. Melarutkan butiran gula.

Lalu kita bercerita. Mengenang kembali tangismu malam itu. Dan bagaimana aku yang tak mau maju, lebih nyaman diam. Bukan, kenangan itu kita rayakan bukan karena ingin membebaskan beban, seperti yang biasa kita lakukan.

Saat itu, duka itu kita kenang, karena ia adalah bahan bakar utama kita, yang akhirnya melejitkan diri dan mendapatkan kemenangan yang harusnya sudah lama kita raih.

Kapan?

Silahkan diskusikan topik diatas

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE
%d bloggers like this: