Untuk Rasa, Yang Tak Pernah Terwakili Kata

Advertisements

Salah satu sastrawan favorit saya, Sutardji Calzoum Bachri pernah menulis,

Jangan pernah bebani kata dengan makna, biarkan kata menjadi dirinya sendiri

Kredo Puisi

Gak tau kenapa, kalimat singkat dipembukaan salah satu buku antologi puisi-nya yang saya baca dulu, seakan nempel begitu saja dikepala. Bahkan, bisa dibilang seakan menghalangi kemampuan saya nulis hal yang lebay lagi.

Hahaha..

Jika dalam lagi dipikirkan. Saat kita mengungkapkan rasa dengan kata, bukan kata-lah yang terbebani, bukan makna dan rasa yang rakus memakan tempat di sebuah kata yang terkadang hanya terdiri dari dua huruf saja. Bukan itu…

Rasa-lah, yang terlalu dalam, hingga ia tak mungkin dijejalkan begitu saja dalam kata yang sempit.

Rasa-lah, yang terlalu berat mengemban emosi, hingga mungkin takkan pernah ada satupun kata yang bisa ….

Maaf, tulisan ini gak bisa saya lanjutkan. Konsentrasi saya pecah

Untuk Rasa, Yang Tak Pernah Terwakili Kata

Jember, 14 Feb. 2015

(Visited 3 times, 1 visits today)