Proses Kreatif dan RasaKacau

Advertisements

Jika hal yang memacu proses kreatifmu dapat membuatmu gila, apakah kamu akan tetap menulis?

Memikirkan kata yang pas untuk kalimat diatas butuh waktu semalaman.

Kenapa?

Simpel saja. Karena aku tidak bisa menulis saat sedang senang. Bukan karena tidak ada bahan untuk menulis. Banjir malah.

proses kreatif dan mood
Proses kreatif dan mood (sumber: https://blog.iqmatrix.com/)

Tapi butuh stress level tinggi untuk mengendapkan ide-ide itu. Artinya, aku ‘hanya bisa’ menulis saat dalam downlow state.

Kenapa begitu?

Simpel saja.

A philosopher, Gregory House once said

Because love and happiness are nothing but distraction

House MD Season 7 : Recession Proof

Ya, rasa senang dan cinta cuma pengganggu. Cuma ilusi sesaat yang membutakan. Keduanya membuat banyak orang tidak lagi fokus pada tujuan mereka.

Good mood bagi sebagian besar orang mungkin bisa jadi pemantik kreativitas. Wajar, saat merasa bahagia, otak kita dibanjiri serotonin. Hormon yang membuat happy dan fokus.

Mungkin aku pengecualian.

Tapi tidak juga. Beberapa artikel psikologi yang ‘ku baca mengaitkan kreativitas dan crappy mood (baca: depresi). Proses kreatif tidak selalu butuh mood yang berpelangi. Menulis cerita kadang tak perlu riset dan kerangka pikiran.

Yang kamu butuhkan adalah bahan untuk bercerita dan keinginan untuk menulisnya. Pikiran negatif, kecemasan dan rasakacau ini adalah ide cerita. Sedangkan keinginan untuk bebas dari rasakacau itu adalah motor penggeraknya.

Rasakacau ini bukan hal yang positif. Tapi jika dibiarkan dalam waktu lama, kewarasanmu jadi taruhannya. Belum lagi akan banyak hal yang terabaikan karena kamu akan sibuk menata perasaanmu.

Seperti saat seseorang memilih psikotropika. Senyawa stimulan tersebut memang bisa jadi jalan pintas untuk menemukan ketenangan. Tapi jika terlalu lama dikonsumsi, tubuh fisik dan pikiran mereka akan rusak.

Rasakacau ini memang efektif untuk menyusun kalimat yang kata beberapa orang ‘bagus’. Tapi apa setimpal dengan kerusakan yang ditimbulkan?

Jika proses kreatif nan-destruktif ini menghasilkan keuntungan, it’s fine. Tapi, selama ini, belum sepeserpun rupiah yang dihasilkan. Cuma patahan-patahan rasa frustasi yang mungkin membuat orang lain jengah membacanya.

Ya, aku saja lelah mendengar suara-suara serapah dalam kepala ini. Apalagi Kamu? (:

Sekali lagi, jika kamu menjadi gila karena menulis, apakah kamu mau berhenti?

Close
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE
%d bloggers like this: