Menulis Itu Apa Tujuannya?

Advertisements

Menulis itu apa tujuannya?

Untuk hidup? Mungkin begitu. Kenyataannya begitu. Pekerjaanku saat ini penulis di sebuah situs pengulas hosting multinasional. Sehari, bekerja tiga jam. Satu jam gajinya $4. Sekitar Rp.170.000 sehari.

Menulis untuk media curhat? Iya, benar juga. Lebih dari 50% isi artikel di blog ini adalah sumpah serapah. Kata seorang pengunjung setahun lalu:

Anda menulis untuk siapa? Formal sekali bahasanya. Padahal, isinya curhatan semua. Manfaatnya untuk mereka apa?

Hah…

Bodo amat, menulis itu masalah keinginan, masalah menyampaikan mimpi, gagasan. Menulis itu adalah cara elegan menghadapi ketiadaan akibat kematian.

Masalahnya, mau menjadi penulis macam apa kita?

Begitu kata Bernard Batubara.

Aku akan menjadi penulis seperti apa? Apa yang akan aku tulis?

Jika aku jadi penulis, apakah aku akan bernasib seperti Charles Bukowski? Ia tidak dikenali siapapun hingga ujung senja hidupnya. Ha! Setidaknya ia tak lelah menulis pahit yang harus ia rasa.

Entahlah, seperti sudah basi, jika terus-menerus menebak bagaimana hidup ini akan mengalir. Biar saja ia mencari alirannya sendiri. Ia akan selalu menemukan jalan tujuannya.

Lalu apa yang akan kutulis?

Entahlah, mau menulis sains, berat sekali rasanya. Mau sok-sokan nyastra, tidak ada seni dalam aku, cuma menguar saja serapahnya. Berebut untuk dijejalkan begitu saja. Akan menjadi lelucon jika kupaksakan.

Ha! Seperti ada yang sudi membaca saja!

Manusia pada zaman brengsek ini hanya mendewakan sesuatu yang nampak gemerlap. Jika kamu hanya berdiam di dalam kamar dengan laptopmu, tak peduli berapa rupiah yang dihasilkan. Kau tetap dianggap belum punya jati diri.

Kamu belum dianggap bahagia jika belum membawa duit sekarung. Belum berkarya jika bukan mobil mewah yang kau miliki. Dangkal sekali pikiran, tak akan ada habisnya penilaian orang berhamburan.

Ah, sudahlah. Sampai disini dulu, yang jelas, bisa disimpulkan. Saat ini aku hanya penulis sampah yang suka buang sampah pikiranku sendiri. Menulis adalah salah satu cara agar diri ini bebas dari pikiran sendiri.

Dan ya, sebagian dari itu, ada uang yang dihasilkan!

2 thoughts on “Menulis Itu Apa Tujuannya?”

  1. Setiap orang punya alasan menulis yang bisa berbeda. Yang penting buatku menulis saja, dan seperti katamu.. apa yang kita tulis akan mencari jalannya sendiri.
    Salam dari Depok. 😀

Silahkan diskusikan topik diatas

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: