Kulit Kacang

Advertisements

Kulit kacang sering dijadikan senjata untuk menyerang mereka yang dianggap lupa diri. Lupa terhadap orang yang berjasa bagi apapun yang telah mereka raih.

Bagai makan kacang lupa kulitnya.

Begitu katanya~

Haha. Lucu.

Emang ada orang yang mau makan kulit kacang yang keras begitu?

Bodoh. Tentu saja tidak.

Ingat, mikrobiota usus manusia tidak punya kelompok pemilik lignoselulosa. Jika kamu memaksa memakannya, kamu akan terluka.

Pun begitu dalam sebuah hubungan. Kadang kita harus melupakan seseorang. Bukan karena kita ingin menghapus mereka dari bagian hidup kita. Tapi karena kadang kita tidak mampu lagi untuk mengikuti kemauan mereka.

si kulit kacang tidak bisa memaksa kita untuk memakannya. Tapi bukan berarti kita melupakan kulit kacang. Jika kulit kacang itu utuh, bisa saja kulit kacang itu kita ambil, lalu pelitur saja. Dirangkai menjadi sebuah hiasan dinding.

Tapi jika kamu memaksa menyimpan kulit kacang yang sudah pecah, bisa saja dia malah melukai tanganmu.

Dari sini kita belajar, bahwa kita harus bisa saling merelakan dan melupakan. Biji kacang akan jadi daging, lalu kulitnya entah akan dibuang atau dijadikan hiasan. Tergantung bagaimana akhir dari pertemuan itu sendiri. Utuh, atau pecah lalu melukai?

2 thoughts on “Kulit Kacang”

Silahkan diskusikan topik diatas

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: