Obat tidur : Jenis-jenis, Cara Kerja dan Efek Sampingnya

Advertisements

 Kualitas tidur adalah salah satu faktor adekuat yang menentukan kesehatan fisik dan mental Anda. Gangguan tidur atau insomnia merupakan momok bagi semua orang. Biasanya gangguan ini diobati dengan obat tidur.

Obat tidur adalah salah satu obat yang dibuat dari senyawa sedatif atau hipnotik, yakni senyawa penenang yang membuat Anda relaks, lemas, dan mudah terlelap. Obat ini merupakan salah satu obat yang harus diawasi penggunaannya oleh dokter. Penyebabnya adalah efek samping berbahaya yang dimiliki oleh obat tersebut.

Salah satu dari efek samping obat ini adalah dapat menyebabkan menyebabkan kanker dan meningkatkan tingkat mortalitas (tingkat kematian). Terutama jika digunakan pada dosis berlebihan atau penggunaan jangka panjang.

Oleh karena itu, kenali dan pelajari jenis pil tidur dan bahan aktif didalamnya pada artikel ini. Dengan demikian, efek samping fatal dari pil ini dapat diminimalisir.

 

Jenis-jenis Obat Tidur, Cara Kerja, dan Contoh Merk Dagangnya

Terdapat tiga jenis obat tidur berdasarkan cara kerjanya. Terdapat jenis obat tidur yang menghambat mekanisme yang menjaga Anda terjaga. Sedangkan jenis kedua meningkatkan kinerja sistem syaraf, terutama pengiriman sinyal oleh senyawa neurotransmiter, yang bertanggung jawab mengatur ritme jam biologis Anda.

Contoh dan kinerja masing-masing obat tidur tersebut dipaparkan pada bagian dibawah ini:

Obat Tidur yang Mencegah Anda Tetap Terjaga

1. Memblokir reseptor histamin otak

Jenis pil tidur memiliki ini bekerja dengan memblokir reseptor neurotransmiter histamin pada otak. Terblokirnya reseptor tersebut membuat tubuh relaks dan timbul rasa kantuk.

Umumnya obat tidur ini diberikan pada penderita gangguan tidur yang diiringi dengan rasa kantuk berlebihan pada siang hari. Contoh dari pil tidur jenis ini adalah thioperamide dan ciproxifan.

 

2. Memblokir reseptor neurotransmiter nonepinefrin

Hormon nonepinefrin adalah jenis senyawa pembawa pesan (neurotransmiter) pada sistem syaraf. Salah satu fungsi utama dari ini adalah membuat Anda tetap terjaga.

Obat tidur ini memblokir reseptor pengenal senyawa neurotransmiter nonepinefrin ini. Akibatnya hingga tubuh akan lebih relaks dan Andapun lebih mudah terlelap.

 

Obat Tidur yang Membuat Anda Mengantuk dan Relaks

Jika kelompok pertama menekan sistem syaraf yang membuat Anda terjaga, kelompok obat pemicu tidur kedua ini meningkatkan kinerja syaraf yang membuat Anda mengantuk.

1. Melatonin

Melatonin adalah komponen alami dalam sistem jam biologis tubuh yang memberikan rasa kantuk. Senyawa ini umumnya diproduksi dalam jumlah banyak pada malam hari, dan menurun saat pagi serta siang hari. Mengkonsumsi obat yang mengandung melatonin akan memberi sugesti pada tubuh Anda untuk tidur dan relaks.

Melatonin sendiri banyak dijual sebagai suplemen secara bebas. Meski demikian, Anda tetap harus mengkonsultasikan masalah tidur Anda pada dokter agar mendapatkan dosis melatonin yang tepat.

 

3. Agonis Reseptor Asam gamma aminobutirat (GABA)

Asam gamma aminobutirat adalah salah satu senyawa pembawa pesan dalam otak. Mirip dengan fungsi melatonin, senyawa ini memberi sinyal pada sistem syaraf agar mengistirahatkan tubuh. Saat ia bekerja, tubuh akan terasa relaks dan mengantuk. Beberapa obat seperti zolpidem mampu meningkatkan sensitifitas reseptor GABA dalam otak. Dengan demikian, pengonsumsinya akan lebih tenang dan mudah terlelap.

3. Agonis Reseptor Benzodiazepin dan Non-benzodiazepin

Benzodiazepin adalah obat penenang yang memiliki reseptor dan cara kerja yang mirip dengan GABA. Dengan mengonsumsi obat yang mengandung turunan benzodiazepin seperti quazepam dan klobazam, Anda akan lebih mudah mengantuk.

Hal ini terjadi kerena obat ini meningkatkan kinerja dari sistem syaraf yang membuat Anda mengantuk. Selain itu, aktivitas anti cemas yang dimiliki senyawa ini juga membantu Anda tidur lebih pulas.

Senyawa non benzodiazepin umumnya memiliki kinerja yang sama dengan benzodiazepin.

Namun, memiliki efek samping dan resiko ketergantungan yang lebih rendah dibandingkan benzodiazepin. Contoh dari senyawa penenang non-benzodiazepin adalah zolpidem dan zaleplon.

Obat Tidur Herbal nan Alami

Selain senyawa farmakologis, beberapa tumbuhan seperti Valeria, akar kava, dan lavender telah dikenal sebagai obat tidur alami.

Valeria (Valeriana officinalis) merupakan obat herbal untuk penderita insomnia pada zaman Romawi kuno. Senyawa aktif pada tumbuhan ini berikatan dengan reseptor GABA dan memberikan ketenangan dan rasa kantuk pada peminumnya.

Akar Kava (Piper methysicum) memiliki efek yang sama dengan benzadiazepin dan GABA. Efek yang ditimbulkan oleh senyawa aktif pada tumbuhan ini adalah efek penenang, merelaksasi otot, dan memicu rasa kantuk.

Efek Samping Jangka Pendek dan Jangka Panjang Obat Tidur

Seperti obat-obatan lainnya, obat tidur memiliki efek samping bagi kesehatan tubuh. Timbulnya efek samping dari obat tidur beragam dan bergantung pada seberapa lama obat tersebut dikonsumsi.

Sebagai pertimbangan dan persiapan sebelum mengonsumsi obat tidur, berikut beberapa efek samping obat tidur bagi kesehatan Anda. Baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Efek Samping Jangka Pendek Konsumsi Obat Tidur Bagi Kesehatan

Efek samping jangka pendek dari obat tidur biasanya hanya muncul beberapa saat setelah Anda meminum obat tersebut. Beberapa efek samping jangka pendek yang umumnya timbul antara lain :

·      Kebas atau terasa kesemutan pada anggota gerak tubuh

·      Menurun atau meningkatnya nafsu makan

·      Pusing-pusing

·      Susah berkonsentrasi

·      Tremor pada anggota gerak

·      Terkantuk-kantuk pada siang hari

·      Mual-mual

·      Sedikit gangguan nafas

Efek Samping Konsumsi Obat Tidur dalam Jangka Panjang

Jika Anda perhatikan kinerja masing-masing obat tidur diatas, Anda akan tahu bahwa obat-obatan tersebut menekan atau meningkatkan kinerja syaraf. Akibat jangka panjangnya tentu saja beberapa gangguan fisik dan mental yang berkaitan dengan sistem-sistem tersebut.

Berikut beberapa contoh dari efek jangka panjang obat tidur :

1. Kehilangan kesadaran akan sekitar Anda

Beberapa obat hipnotik, terutama golongan benzodiazepin akan membuat Anda linglung jika dikonsumsi pada waktu yang lama. Hal ini terjadi karena obat golongan ini menekan kesadaran tubuh dan disorientasi.

2. Kehilangan Keseimbangan dan Kontrol Tubuh

Obat-obatan hipnotik untuk membantu Anda terlelap juga mempengaruhi anggota gerak tubuh Anda. Akibatnya, Anda akan mulai kehilangan keseimbangan dan kontrol terhadap anggota gerak tubuh Anda. Gejalanya adalah Anda lebih mudah jatuh dan sering terpeleset.

3. Meningkatkan Kemungkinan Timbulnya Kanker  

Selain itu, beberapa senyawa aktif pil tidur memiliki efek karsinogenik.Terutama golongan obat tidur benzodiazepin. Efek ini akan meningkatkan kemungkinan dan laju pertumbuhan kanker, terutama jika tubuh dipaparkan pada senyawa ini dalam jangka waktu yang lama dan dengan dosis tinggi.

 

Referensi

Kripke DF. 2018. Hypnotic drug risks of mortality , infection , depression , and cancer : but lack of benefit [ version 3 ; referees : 2 approved ] Referee Status : (0):1–25.

 

Szabadi E. 2006. Drugs for sleep disorders : mechanisms and therapeutic prospects. :761–766.doi:10.1111/j.1365-2125.2006.02680.x.

 

Lie, J. D., Tu, K. N., Shen, D. D., & Wong, B. M. (2015). Pharmacological Treatment of Insomnia. P & T : a peer-reviewed journal for formulary management, 40(11), 759–771.

 

https://www.everydayhealth.com/news/risks-taking-sleeping-pills/

https://www.webmd.com/sleep-disorders/guide/understanding-the-side-effects-of-sleeping-pills#1

https://www.healthcentral.com/article/sleeping-pills-and-bizarre-behavior

 

(Visited 5 times, 1 visits today)

Silahkan diskusikan topik diatas

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.