Human

Advertisements

Akhir-akhir ini saya lebih suka berdiam di kamar. Tidak melakukan apa-apa selain goleran ga jelas di lantai. Memikirkan bagaimana saya menjadi apa yang saya miliki saat ini.

Saya termasuk manusia yang tidak bisa membangun self brand sendiri. Selalu berubah ga jelas hanya demi diterima disuatu kelompok. Tapi sering kali membual bahwa saya lebih suka sendiri. Bahkan dibeberapa kesempatan saya menyebut saya sendiri lone ranger.

Kenyataannya selalu bertolak belakang. Jika saya flashback ke jaman SD, SMP, SMA, S1 lalu. Ada satu pola yang sama.

Saya takut sendiri.

Lucu. Untuk seorang manusia, yang berani menyebut dirinya lone ranger, rasa takut akan kesendirian adalah tabu.

Well yeah. It is!

But it is what it is.

Rasa takut itu kadang membuat saya memaksakan diri untuk menjadi sedikit lebih menyenangkan. Memaksa diri saya memasang muka manis, meski sebenarnya isi hati saya kosong dan pahit.

Kontradiksi itu sering membuat saya terjebak pada keadaan dimana saya dengan kakunya berusaha melucu, tapi orang-orang disekitar saya acuh. Atau saat saya enggan bergabung dikeramaian, namun dilain sisi saya ‘iri’ dengan kehangatan yang menguar dari tawa-tawa mereka.

Kasus lain terjadi saat saya berusaha stay touch dengan beberapa teman dekat saya. Disela-sela ke-tidak-sibuk-an saya. Well, like Jagger said, you can’t always get what you want. Kadang sapaan saya tidak bersambut keramahan yang saya coba ramu.

 

 

 

 

%d bloggers like this: