Hujan

Advertisements
hubungan mood dan cuaca
Mood dan cuaca (sumber: everydayhealth.com)

Disore yang hujan ini. Hujan bulan Juni. Bukan hujan bulan Juni yang itu. Ini benar-benar hujan bulan juni, hujan bulan juni terakhir.

Bagi beberapa orang, hujan seperti musuh. Ketika ia datang, bukan syukur yang terucap, malah serapah yang tersembur. Misalnya, saat terjebak macet, dan lupa bawa mantel.

Disisi lain ada orang yang suka hujan. Istilah kerennya pluviophile. Kelompok ini yang suka senyum-senyum sendiri saat hujan turun. Entah menikmatinya dibalik jendela atau malah membiarkan dirinya basah.

Kalimat ‘menikmati’ pun memiliki banyak arti.

Ada yang menikmati hujan sebagai ajang mengenang masa lalu yang indah. Orang lain bisa saja merasa sedih karena hujan mengingatkan mereka pada peristiwa tragis dikehidupan lalu.

Bisa saja begitu.

Tapi kadang hujan tidak perlu alasan untuk mengobrak-abrik perasaan. Saat hujan, kadang ada rasa yang aneh, diantara mellow dan lonjakan emosi. Kemudian, rasa ini berubah, yang awalnya tenang dan hangat, jadi sedikit horror. 

Horror saya pilih untuk menggambarkan isi kepala saya yang tiba-tiba dibekap sepi luarbiasa. Lalu sepi, berubah menjadi rasa yang lebih aneh. Setelah membaca blog psikologi, katanya, rasa ini depresi.

Lalu apa hubungan hujan dan depresi?

Jadi begini,

Sudah banyak peneliti yang mempelajari korelasi antara mood dan cuaca. Saat hujan, kelembaban udara meningkat. Sebuah penelitian menyimpulkan bahwa peningkatan kelembaban udara berkolerasi positif dengan peningkatan rasa kantuk dan kecemasan (Sumber: Weather can change your mood).

Kecemasan yang menumpuk, luka lama, dan tekanan mental lain akhirnya mewujudkan dirinya jadi depresi.

Sayangnya, pada kasus saya, depresi adalah awal dari proses kreatif. Jika proses kreatif melibatkan detiorisasi mental, mungkin Kamu akan memilih menjadi tidak kreatif.

Depression is suck, you know.

Tapi jika depresi sudah jadi bagian hidupmu, bahkan menjadi nyawa dari produktivitasmu, Kamu tidak memiliki pilihan lain.

Tapi depresi saat hujan itu beda. Mungkin lebih pada rasa mellow yang berlebih dosisnya.

Saat hujan, perasaan (saya) cenderung seperti lagu Ben Howard, Promise. Lagu ini jadi soundtrack diserial TV favorit saya, House MD (nanti saya tulis reviewnya, entah kapan). Lagu ini bercerita tentang eksistensi diri. Meski sebatas hubungan ‘aku dan kamu.

Lagu ini diawali dengan petikan gitar yang menghanyutkan. Bersama dengan gemeretuk hujan saat menyentuh atap.

syahdu.

Liriknya sederhana dan cenderung repetitif. Inti dari lagu ini adalah apakah pihak pertama diterima sepenuhnya oleh pihak kedua? Meski sebelumnya dia lebih memilih untuk sendiri?Ada harapan, tapi kecenderungan penolakan juga ada.

Keduanya memberikan rasa damai yang aneh. Seaneh tulisan kali ini. ga nyambung. 

hehehe~

So, who am I to you?

 

%d bloggers like this: