Holding on and Letting Go

Advertisements

there’s no such thing a proper farewel

Seperti pertemuan yang seadanya, perpisahan bisa saja terjadi tiba-tiba dan hambar rasanya.

Tanpa banyak drama bak film kayu-kayuan. Bisa jadi karena hanya sendirian merasa, atau yang lainnya sudah biasa mereda.

Perpisahan itu seperti luka memar. Berdarah tapi tidak sampai di permukaan. Tiba-tiba saja ia membuat nyeri.

Dan sialnya, kenangan menyenangkan dan menyebalkan kini bersekutu memahat luka!

Pertemuan yang biasa dihabiskan dengan melahap layar handphone masing-masing, kini mendadak jadi kesedihan. Rindu berebut tempat dengan oksigen dalam paru, membuat sesak.

Hal itu bukan masalah besar. Bersedih saat berpisah sudah jadi makanan dalam hidup. Nikmati lukanya, seperlunya.

Kemudian berbenah diri. Tak perlu lama-lama mendung, nanti akan biasa saja.

Silahkan diskusikan topik diatas

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: