The Disadvantages of Any Embodied of Caring

Judulnya aneh memang, kerugian segala bentuk dari kepedulian. Keanehannya bisa jadi karena bahasa inggris saya jelek atau karena menyebut bahwa kepedulian, apapun bentuknya adalah suatu kerugian.

Jadi begini,

Saya menemukan pola dari beberapa tokoh genius dalam film atau serial televisi yang menyebut bahwa segala bentuk perhatian, terutama cinta adalah salah satu kegagalan evolusi mental manusia (ya, evolusi, bukan revolusi.

Read moreThe Disadvantages of Any Embodied of Caring

Belajar Hidup Dari Ampas Kopi

Tulisan tentang Belajar Hidup Dari Ampas kopi ini pernah saya posting sekitar tahun 2011 lalu, dalam kondisi yang sama,

Mungkin saya harus sedikit menoleh kebelakang. Belajar dari beberapa fragmen hidup saya yang seperti fase pertumbuhan bakteri saja, ada fase Lag-nya :v

Waktu itu saya menulis seperti ini,

Read moreBelajar Hidup Dari Ampas Kopi

Kehabisan Ide Menulis – Untuk Isi Kepala yang Sudah Mati

Kehabisan Ide Menulis, Sepertinya Otak Saya Sudah Mati Manusia itu bisa diakui keberadaanya, dan kemanusiannya bila mereka berpikir. Saya lupa kalimat bahasa latinnya. Meskipun, saya sih ga peduli apa bahasa latinnya. Saya cuma ingat pelajaran ISBD waktu kuliah dulu. Kembali kepada hakekat manusia yang harus berpikir. Bagaimana jika pikiran dan kemampuan berpikirnya mati? Saya tidak …

Read moreKehabisan Ide Menulis – Untuk Isi Kepala yang Sudah Mati

Empat Bulan Menggelandang di Bogor

Ga terasa sudah empat bulan membusuk di Bogor. Meski ternyata Dramaga ga sedingin dan sehijau Ciawi, gak buruk-buruk amat buat menjadi (literally) gila disini.

Setidaknya ada empat hal yang ingin saya sampaikan pada artikel ini,

Pertama, bagaimana keadaan makanan yang saya beli selama ada di Bogor
Kedua, bagaimana keadaan transportasi selama saya ada di Bogor
Ketiga, pengalaman ngebioskop saya di BTM dan Botani Square Bogor
Keempat, bagaimana keadaan mental saya selama menjadi mahasiswi pascasarjana

Read moreEmpat Bulan Menggelandang di Bogor