Dialog Ruang Hampa

Kita terbiasa berdiskusi panjang dalam diam Dimana detik jadi bahasa dan detak jadi suaranya Pengertian kita berupa sunyi yang lama meronta, dan tawa yang tertahan dalam udara yang membeku Kemudian diakhir hari yang panjang, kau berlalu akupun enggan menoleh padamu Hahahaha Lai KaromahMaster of Science, Blogger, SEO and Internet Marketing enthusiast. https://mikrobio.net

Bogor

Bogor membuatku jatuh cinta, Juni 2013 lalu. Dengan paginya yang berkabut dan hari-harinya yang selalu rintik, basah. Jalanannya yang macet seperti memberi kesempatan untuk melamun lebih dalam. Muram memang, tapi dibalik kabut itu, ada sedikit harapan mengintip. Sudah tujuh tahun berlalu, Bogor masih begitu, pagi kadang berkabut dan hari-harinya selalu bergumul dengan macet dan becek…

Buku Tulis

Dulu, zaman masih SMA, aku selalu membawa buku tulis. Bukan untuk mencatat pelajaran. Tapi mencatat ide-ide kusut yang seenaknya muncul. Buku itu juga membantuku bercakap-cakap dengan teman-temanku. Mulai hanya meminta tolong ambilkan sajadah, hingga berbincang masalah hati paling aneh. Kay, kebiasaan itu kini diganti dengan membawa handphone kemana-mana. Esensinta tetap sama, membantu bercakap dan menuliskan…

Mungkin

Mungkin, sumber dari rasa kacau ini adalah ketidakmampuan diri. Ketidakmampuan diri untuk menyisihkan waktu demi terwujudnya mimpi. Terwujudnya mimpi yang berserakan seperti bintang purba di langit sana. Bintang purba yang terlihat kecil, tapi tidak~ Mungkin karena aku terlalu menganggap remeh keinginanku sendiri. Jadi hanya rentetan kegagalan yang perlahan membuat hati ini redup, perlahan. Mungkin karena…

Sepi

Dan nafas bukan untuk ini Sepi, dengan jalang memaksa memasung sengit Segeram serapah sudah tidak berapi lagi Sungguh, ini sepi, begitu dalam menggali langit. Entah, ini versi keberapa. Rasanya masih sama~ Lai KaromahMaster of Science, Blogger, SEO and Internet Marketing enthusiast. https://mikrobio.net

Mahal

Akhir-akhir ini percakapan denganmu melejit seperti harga dollar Mahal sekali Tak apa, bukan tugasmu menjaga perasaanku Tugas utamamu adalah membuat dirimu nyaman dengan pikiranmu sendiri Kau akan baik-baik saja, kau harus membuktikannya Tentu saja, tentu saja untuk dirimu sendiri Lai KaromahMaster of Science, Blogger, SEO and Internet Marketing enthusiast. https://mikrobio.net

Close
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE