Toksin

Hati bukan tempat perasaan, hati itu tempat detoksifikasi perasaan. Tepat seperti persepsimu. Tempat keluh kesah dalam diri masing-masing dibuang dalam bentuk serapah. Bisa jadi, saat ini toksin itu sudah terlalu banyak. Makanya hati kita mulai mati. Kita harus selesaikan semua ini, lalu pergi Dadah~      

Kulit Kacang

Kulit kacang sering dijadikan senjata untuk menyerang mereka yang dianggap lupa diri. Lupa terhadap orang yang berjasa bagi apapun yang telah mereka raih.

Bagai makan kacang lupa kulitnya.

Begitu katanya~

Haha. Lucu.

Emang ada orang yang mau makan kulit kacang yang keras begitu?

Read moreKulit Kacang

Doppelganger

Mulai galau lagi?
Tidak apa-apa. Galau itu mekanisme defensif sekaligus detoksifikasi pikiran.
Buang semua rasa yang mengganjal itu. Nanti juga akan lega.

Tapi, kamu sadar, kan? Pasti dari awal kamu tahu resiko diammu.

See, you pushed people away from you. Once they’re fading away, they probably never going back.

Read moreDoppelganger

Untuk Mas Ayik

Hallo mas! Selamat ya, sudah jadi Santri Sukorejo. Gantiin posisi kakak 11 tahun lalu. Kakak bangga saat mas menelpon. Suara dan nada bicara mas sudah berubah. Dewasa, agak songong. but my lil bro has grown up~

Perpisahan

Perpisahan itu seperti luka memar Tidak membunuh memang Tapi perih dan bekasnya, lam hilang

Membekukan Waktu

Saat ‘kau tersenyum, ingin rasanya ‘ku bekukan waktu. Jadi jika nanti kau tersedu, aku tinggal menghangatkannya untukmu

Pertemuan

Pertemuan itu berpandangan sejenak Kemudian tenggelam dalam layar handphone masing-masing Lalu rindu yang kemarin bergumul, jadi terasing dalam diam. Kasihan.  

Proses Kreatif dan RasaKacau

Jika hal yang memacu proses kreatifmu dapat membuatmu gila, apakah kamu akan tetap menulis?

Memikirkan kata yang pas untuk kalimat diatas butuh waktu semalaman.

Kenapa?

Simpel saja. Karena aku tidak bisa menulis saat sedang senang. Bukan karena tidak ada bahan untuk menulis. Banjir malah.

Read moreProses Kreatif dan RasaKacau

Hujan

hubungan mood dan cuaca
Mood dan cuaca (sumber: everydayhealth.com)

Disore yang hujan ini. Hujan bulan Juni. Bukan hujan bulan Juni yang itu. Ini benar-benar hujan bulan juni, hujan bulan juni terakhir.

Bagi beberapa orang, hujan seperti musuh. Ketika ia datang, bukan syukur yang terucap, malah serapah yang tersembur. Misalnya, saat terjebak macet, dan lupa bawa mantel.

Read moreHujan