Buku Bacaan Bulan Juni

Kali ini saya tidak ingin muluk-muluk habis 2-4 buku sebulan. Sangat menyiksa! Buku bacaan bulan Juni hanya dua buah saja, dua buku yang lama nganggur. Inilah Esai dan Sampar (Penerbit Obor).

buku sampar albert camus
Buku pilihan bulan Juni: Novel Sampar dan Inilah Esai

Ini alasan pribadi saya mengapa buku-buku diatas terpilih:

Advertisements

Sampar

Sampar adalah novel filsafat karya Albert Camus. Buku ini diterjemahkan oleh sastrawan wanita Indonesia NH. Dini dan diterbitkan oleh Penerbit Obor. Saya memiliki dua buah buku yang berjudul Sampar.

Buku yang satunya lagi ternyata bukan Novel legendaris itu. Buku terbitan Penerbit Circa tadi, ternyata naskah drama dengan judul yang sama. Tapi tidak ada kaitan isi sama sekali dengan buku Sampar hasil terjemahan NH. Dini.

rekomendasi buku bacaan
Buku ini bukan novel, tapi naskah drama karya Camus dengan judul yang sama. Camus sendiri menyatakan bahwa naskah ini tidak berkaitan dengan novel Sampar.

Novel ini bercerita tentang kondisi sosial sebuah kota yang diserang sampar, sebuah penyakit menular mematikan yang disebar oleh kutu tikus. Penyebaran penyakit ini cepat dan efeknya mematikan, memaksa pemerintah kota tersebut menerapkan lockdown.

Advertisements

Mengapa buku ini saya pilih?

Saya tertarik karena banyak Youtuber dan situs berita luar negeri yang menyebut bahwa buku ini relatable dengan kondisi krisis akibat pandemi COVID-19 ini. Lebih dari itu, mereka juga menyebutkan bahwa pada Sampar, Camus mencoba ‘memberitahu’ pembacanya, bahwa hidup ini absurd.

Banyak kejadian tak terduga yang akan membuat kita panik, sedih, menderita, dll. Absurditas ini tidak usah kita utak-atik dengan mengartikannya serampangan. Biar tidak tambah susah. Tapi ia bisa dipahami dengan logis, supaya kita belajar dan tidak jatuh pada keadaan yang sama.

Saat artikel ini ditulis, saya sudah menghabiskan 86 halaman buku ini.

Jika tertarik, novel Sampar bisa dibeli di MarkasBuku: Novel Sampar (Penerbit Obor).

Inilah Esai

Inilah Esai adalah buku karya Muhidin M. Dahlan. Buku terbitan I:BoeKoe, yang katanya limited edition. Buku kedua sang pengarang yang saya miliki setelah Inilah Resensi. Isinya tidak jauh-jauh dari contoh-contoh dan cara menulis esai yang baik.

Bukan hanya itu, sih. Seperti adiknya, buku Inilah Resensi, buku Inilah Esai juga memberi gambaran seperti apa kekuatan yang dimiliki oleh esai yang ditulis dengan baik. Selain memberi nyawa pada karya ilmiah dan sastra, esai juga melatih penulisnya untuk berpikir kritis dan melahap banyak info dengan efektif.

Kenapa buku ini saya pilih?

Alasannya tidak jauh-jauh karena saya ingin jadi penulis yang lebih baik dan lantang. Bukan hanya tukang buat dokumentasi how to dan error fix WordPress.

Saat artikel ini ditulis, saya sudah selesai baca-baca. Tapi belum paham. Jadi, saya baca lagi~

Advertisements

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.