Belajar FIlsafat

Advertisements
Tanggal 7 Januari 2016 nanti Saya ada ujian. Kebetulan materinya Metode Ilmiah. Kebetulan pengampu matakuliah tersebut pola pikirnya sudah terlalu tinggi. Banyak materi dan penjelasan yang beliau sampaikan lebih mengacu pada filsafat sains.

Jadi begini,

FIlsafat sudah menarik pemikiran Saya dari jaman masih SMA dulu. Ada dua buku bertema filsafat yang menarik.

Pertama, Dunia Sophie, buku filsafat yang ringan meski masih terlalu berat untuk mereka yang tidak memiliki rasa ingin tahu yang besar.

Buku kedua adalah Tapak Sabda. Buku ini, bisa dibilang adalah versi Njawi dan islami dari Dunia Sophie. Ada satu kutipan yang keren dari buku ini,

Kehidupan adalah perjalanan mencari Aku

Yang jelas berfikir dengan filsafat itu berat. Kita harus bisa menarik kesimpulan dari sesuatu yang tidak ada atau remang-remang. Ilustrasinya bisa dilihat dari Meme yang kemarin di-share Prof W. Nellen di Facebook.

 Filsafat itu seperti mencari kucing hitam di ruang gelap

Jadi apa hubungan filsafat dengan metode ilmiah?

Ada penjelasan menarik dari Prof. Nellen mengenai Meme diatas. Saya kutip saja, supaya Anda bisa sedikit belajar bahasa inggis yang saintifik.

The major point of the statement is (in my opinion) that science uses instruments to look for something. The chances to find it (be it cat or dog or DNA) are much higher with an experiment than without. There is, however, no scientific experiment that can prove that something is NOT there. Prof. Wolfgang Nellen

Singkatnya begini,

Pengetahuan, membantu Kita memahami sesuatu yang remang-remang dengan hasil yang akurat dan dapat dipertanggung jawabkan tanpa adanya bias persepsi.Bias persepsi disini, tanpa bermaksud menafikan agama, cenderung menimbulkan penarikan kesimpulan yang mentah. Dalam ilustrasi diatas, digambarkan oleh kalimat ‘ theologist looking for a black cat in a dark room that isn’t there, but shout, ‘I found it!’

Nah, lalu apa yang bisa menggambarkan dan menjelaskan fenomena alam dengan presisi yang baik dan dapat meningkatkan pemahaman Kita akan agama?

Jawabannya adalah filsafat.

Jauh sebelum saya menemukan ilustrasi diatas, Saya muak dengan banyaknya Hoax dengan bau agama, terutama agama yang saya cintai, Islam.

Banyak penulis yang berusaha dengan dangkal mengkaji fenomena yang dilihat dari kacamata pengetahuan menjadi penguat katanya sih, argumentasi agama dan kebenaran agama. Bukannya membuat agama lebih bisa diterima dan masuk akal. Malah kajian dangkal tersebut membuat mual karena penuh hoax dan kebohongan yang menyesatkan

Agama dan pengetahuan hanya bisa dihubungkan dengan filsafat. Bukan sembarang pemikiran yang asal diterima akal.

[Bersambung]

(Visited 10 times, 1 visits today)

0 Comments

  1. Pingback: House and Philosophy : Belajar Filsafat dari Serial Televisi - Evilgenius's Blog

Silahkan diskusikan topik diatas

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.