Perubahan Gaya Penulisan Bertrand Russell

Bertrand Russell adalah akademisi polimatik yang dikenal sebagai ahli logika matematika. Maka, sedari muda, ia lebih suka gaya menulis yang singkat, jelas, dan tidak bertele-tele. Seperti matematika yang selalu mencari solusi paling logis nan praktis dalam menyelesaikan masalah. Namun, seiring bertambahnya usia dan pengalaman, sang filsafat peraih hadiah nobel sastra ini mengalami beberapa perubahan gaya menulis.

Saat ia memasuki usia 21 tahun, Russell mendapat petuah dari calon kakak iparnya, Logan Smith, agar menonjolkan estetika dan gaya berbahasa dibanding esensi atau pesan dalam tulisan. Gaya bahasa yang diajarkan Smith pada Russell bersumber dari Flaubert dan Pater. Keduanya terkenal dengan teknik penulisannya yang unik. Misalnya: Memberikan koma (,) pada tiap empat kata dan tidak pernah menggunakan kata hubung “dan” pada awal kalimat.

Advertisements

Sebuah karyanya yakni A Free Man’s Worship disebutnya sebagai karya retoris dan cenderung berbunga-bunga. Meski ia mengakui bahwa ia sempat teragitasi gaya ini, Russell kurang menyukai buku tersebut. Alasannya adalah ia menganggap bahwa karyanya tersebut tidak terkonsep dengan baik.

Russell menyatakan bahwa memilih gaya menulis bukan sesuatu yang mutlak. Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, ia mengalami beberapa perubahan gaya menulis. Namun, pada akhirnya, ia cenderung menggunakan gaya penulisan ia anggap sesuai dengan kepribadian, pekerjaan, dan latar belakang pendidikannya.

Pustaka

How I Write, Bertrand Russell

Advertisements
Advertisements