Alter Ego

Advertisements

Sudahlah…

Buka earphone-mu. Mandi dulu, kamu bau.

Siapa tahu, setelah mandi ada ide menulis. Menulis selalu membantumu menemukan kelegaan, bukan?

‘kan sudah ‘ku bilang, senja tidak pernah menjanjikan apa-apa. Kamu yang terlalu berharap padanya. Begitu pula dengan teman-temanmu. Jika kau kecewa, kamu yang terlalu berharap pada mereka. 

bipolar disorder

Wajar saja, sih. Mereka pasti sudah lelah dengan drama masing-masing. Apa jadinya jika pikiran mereka kau jejali dengan sedumu itu? Ini juga sudah sering ‘ku katakan.

Kamu juga sudah mengerti.

Bukan kewajiban mereka untuk paham bagaimana isi kepalamu itu bekerja. Mereka bukan USG, EKG, atau MRI. Mereka tidak bisa melihat tulang patah dengan mata telanjang. Jadi jangan salahkan mereka, jika tak ada masalahmu yang mereka ketahui. Tidak usah protes jika mereka seenaknya mengaduk-aduk perasaanmu.

Kamu sudah tahu, kan? Apa penyebab dari semua ini?
Bukan. Bukan karena kutub ganda itu.

Kamu tua
tapi belum bisa jadi apa-apa
belum bisa berpikir jernih
masih labil
Kamu marah karena ucapan itu benar
karena tak tahu harus seperti apa selanjutnya
Sudah susah-susah mengatur hati. Tapi hal sepele saja membuat semua runtuh.
Cemen~

Pantas saja jika kamu dijadikan lelucon oleh mereka.

Hahaha

Dijadikan leluconpun, kau pasti tidak berani melawan, kan? Kamu pasti menciut dibalik amarahmu. Coba saja hadapi mereka, kamu diam saja, kan?

Kamu lebih memilih meradang, mirip ulat jeruk bermimikri. Bersembunyi dibalik tampang seramnya yang palsu.

Silahkan diskusikan topik diatas

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: