7 Strategi Penjualan yang Salah Kaprah

Bagi seorang pemilik bisnis, memiliki strategi penjualan yang bagus adalah kewajiban. Apalagi jika industri yang ditekuni adalah jenis industri yang persaingannya ketat. Industri kuliner dan ritel, misalnya. Anda harus mampu memetakan persaingan, membuat serta menentukan target penjualan. Secara teoritis, banyak strategi penjualan yang dapat Anda gunakan. Meski demikian, pada dasarnya adalah meyakinkan calon konsumen bahwa produk Anda-lah yang terbaik. Tapi jika Anda melakukan strategi marketing yang salah berikut, calon pelanggan Anda malah kabur.

Untuk menghindari calon konsumen ilfeel karena terkesan berlebihan, Kami telah merangkumkan 7 strategi penjualan yang salah kaprah. Harapannya, Anda akan lebih lugas memasarkan produk tapi tetap membuat calon pembeli nyaman. Selamat membaca!

Advertisements

7 Strategi Pemasaran yang Membuat Pelanggan Ilfeel

Terlalu Mengumbar Kelebihan Produk Sendiri

Setiap kecap yang dijual pasti dilabeli nomor satu. Ada yang menjual cita rasa, ada yang menjual kemampuan sang sari kedelai untuk meresap di makanan. Iklan ini ditayangkan hampir tiap saat Anda menonton televisi. Muak, bukan? Nah. Jika cara ini diterapkan pada bisnis Anda, terutama bisnis yang bersinggungan langsung dengan pelanggan, mereka malah akan kabur. Pasarkan dengan tujuan mengedukasi calon pelanggan. Tonjolkan produk yang Anda jual tanpa menutup pintu untuk memberikan solusi yang lebih baik bagi pelanggan Anda.

Menjelek-jelekkan Kompetitor

Ketika Anda memiliki bisnis yang banyak kompetitor, jangan posisikan mereka sebagai musuh. Hindari kebiasaan menjelek-jelekkan produk orang. Metode marketing negatif ini tidak akan menaikkan penjualan produk Anda. Malah calon pembeli akan ilfeel. Inti dari marketing adalah mengedukasi pelanggan agar mereka tahu plus dan minus dari produk yang Anda jual.  jadi, fokuskan pada strategi bagaimana pelanggan dapat memilih produk yang Anda jual dengan alasan yang logis. Tapi bukan berarti menjelek-jelekkan produk orang lain

Terlalu Fokus Memasarkan ke Persona Tertentu

Menggunakan pemetaan calon konsumen memang bagus untuk meningkatkan jumlah penjualan. Namun, jika Anda terlalu spesifik dalam menargetkan penjualan pada kelompok tertentu saja, Anda salah. Kesalahan pertama kerena meski potensial, belum tentu kelompok tersebut membutuhkan produk Anda saat produk tersebut ditawarkan.

Advertisements

Kesalahan kedua adalah Anda melewatkan konsumen potensial yang tidak masuk pada kelompok tersebut. Jika Anda tetap ingin memasarkan produk berdasarkan persona, usahakan gunakan strategi sales funnel. Denga demikian, Anda dapat mengcover pemasaran pada beberapa kelompok persona sekaligus.

Mengandalkan Brosur dan Gaya Berbicara yang Tidak Meyakinkan

Marketing yang sukses adalah membiarkan pembeli memutuskan bahwa produk Anda yang paling baik. Jadi sangat salah jika Anda mengandalkan brosur dan menjelaskan isinya dengan singkat. Bukan hanya menyebalkan. Tapi Pelanggan juga tidak akan yakin bahwa produk Anda merupakan pilihan terbaik.

Cobalah berdialog dengan calon pelanggan. Bawa materi pendukung yang baik mulai dari brosur, price list, bahkan jika perlu tawakan sampel untuk uji coba. Dengan demikian, calon pelanggan lebih yakin dengan produk jualan Anda.

Menawarkan Produk Tidak Sebagai Solusi

Jika Anda memperhatikan iklan, pastilah isinya mendahulukan permasalahan yang biasa dialami di masyarakat. Barulah ditawarkan produk yang ingin dijual. Kira-kira begitulah cara memasarkan produk yang baik. Jika Anda hanya memasarkan bak penjual sayur di pasar tradisional, calon pembeli akan kabur dan tidak yakin pada produk Anda. Usahakan Anda hadir sebagai pemberi solusi. Dengarkan masalah mereka. Barulah tawarkan secara halus produk Anda.

Advertisements

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.